Antum sedang membaca...
Nasihat

Ta’lim yuk,,kenapa nggak??

JELAS aja harus,,

Nah lho Ya, ta’lim memang bukan sekedar meluangkan waktu. Lebih dari itu, ta’lim tuh tempat terbaik buat nyiapin diri untuk masa depan yang sebenarnya lho… 

Kok bisa?

Hmm..yuk kita itung-itung waktu kita buat kuliah…

Dari pagi, udah sibuk ngurusin buat nyiapin berangkat kuliah,,SIAAPP GRAK..

trus nyampe kampus kuliah deh,,belum lagi klo ada praktikumnya,,biasanya jam 10 ampe kira-kira jam 4 sore praktikum,, pulang-pulang istirahat sejenak buat ntar malem ngerjain laporan yang numpuk,,dan WAJIB ditulis tangan,,jadi kita gak bisa copas alias copy paste kayak di digital komputer…FIuh..

klo yang diatas Itu sih gambaran kuliah waktu tingkat 1 ampe tingkat 3 di jurusanku,,

Belum lagi klo ada organisasi, ..

hemm..

sekarang hidup kita yang singkat ini, mau kita habiskan buat ini semua saja kah?? kadang ujung-ujungnya klo udah lulus juga hanya buat nyari duit..

Emang berapa sih jatah umur kita di dunia??Paling 60-70 tahunan saja.
Dimana Rasulullah Shallallohu’alaihiwasallam bersabda, “Umur umatku adalah antara 60 hingga 70 tahun. Sedikit dari mereka yang melebihi itu” [ shahih, dikeluarkan oleh Imam at-Turmudzy (3550), Ibn Majah (4236), Ibn Hibban (II:96), al-Hakim (II:427)].

berarti klo kita lulus kuliah pas umur 23 tahunan,terus meninggal usia 70(semisal sabda Rosululloh shollallohu’alaihiwasallam di atas, Allohu’alam), berarti kita bisa ngerasain gelar sarjana tuh cuman dalam waktu 47 tahunan aja yaah..hmm..bentar banget yah,,

Jadi yang mana sih masa depan yang kita cari??Jawabannya adalah yang lebih panjangggggg dari 60 tahun,, bahkan masa depan yang jatahnya “SELAMA-LAMANYA” di akhirat…

Yaa ..JELASNYA,,NEGERI AKHIRAT, itulah masa depan yang sebenarnya dan lebih PENTING..karena Akhirat itu Lebih BAIK dan Lebih KEKAL

*nah sekarang Pertanyaan kita,,,jadi itu yah masa depan kita yang sesungguhnya??

Jawabannya ,YA..iyalah..jatah kita didunia ini sebetulnya buat nyari bekal buat di akhirat..karena kesenangan dunia ini hanyalah sementara “Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al- Hadid: 20)

Rosululloh bersabda,”Tidaklah dunia ila dibandingkan dengan akhirat melainkan hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan, maka hendaklah dia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat.” (HR. Muslim no.7126)

Maka mari kita renungkan, apalah arti sisa air yang menempel di jari saat mengangkatnya dari lautan, bila dibandingkan dengan lautan yang luas? Tidak artinya bukan?

Oleh karenanya, bagi seorang mukmin, kehidupan akhirat jauh lebih penting dan lebih utama daripada kehidupan dunia. Sehingga kesenangan yang dia rasakan di dunia tidak akan menjadi penyebab kelalaiannya untuk mengejar kehidupan yang lebih kekal dan kebahagiaan yang bersifat abadi di akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabbmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”(Al-Kahfi: 46)

Nah untuk beramal sholih diperlukan DUA SYARAT,,harus IKHLAS dan BENER
IKHLAS  dalam artian memurnikan ketaatan karena mengaharap Keridhoan Alloh, dan BENER dalam artian harus sesuai dengan tuntunan Rosululloh shallallohu’alaihiwasallam atau istilah kerennya  ITTIBA’ atau MUTABA’AH
Jadi supaya tahu apakah amal ibadah kita ini Ittiba’ atau gak harus punya ilmu agama yang sesuai dengan apa yang Rosululloh ajarkan kepada para shohabatnya,,
Klo gak cocok dengan contoh Rosululloh, maka amalan itu akan tertolak ,,LHO kok bisa??
Ini dalilnya

” barang siapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak ada contohnya dari kami , maka amalan itu tertolak” HR. Muslim

Nah untuk mengetahui itu semuai dibutuhkan ilmu, Ilmu yang gak asal-asalan, tapi harus sesuai dengan qur’an dan sunnah sesuai dengan apa yang Rosululloh ajarkan kepada muridnya yakni shohabat Rodhiyallohu’anhum.Nah untuk mengetahui itu semua diperlukan menuntut ilmu agama,jadi kudu dan wajib nuntut ilmu syar’i alias ta’lim yang bener..

Jadi bener klo ta’lim tuh tempat terbaik buat nyiapin diri untuk masa depan yang sebenarnya lho…

Karena, ilmu akan jadi imam buat amalan-amalan kita yang bener,,,

Klo ilmunya gak bener, so pasti amalannya juga gak bener,,klo amalannya gak bener berarti akhiratnya juga mengkhawatirkan,karena kehidupan kita di akhirat seperti apa yang di usahakannya ketika di dunia, seperti firman Allah,

“Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).”(Al-Baqarah: 281).

Nah sekarang jadi tau kan, klo kehidupan akhirat itu perlu kita siapin dengan sebenar-benarnya..

Dan INI LAH YANG DISEBUT DENGAN BERFIKIR PANJANG YANG SEBENARNYA…

Nyiapin waktu buat menuntut ilmu agama…demi kebahagiaan di kehidupan akhirat..
Eit
..biar temen-temen semakin semangat untuk memulai karir sebagai penuntut ilmu,,ada beberapa kado spesial dari Alloh bagi para penuntut ilmu,,,

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya keutamaan orang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar tidak juga dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yang mengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bagian yang paling banyak.” [HR.Ahmad , Abu Dawud , at-Tirmidzi , Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban , lafazh ini milik Ahmad, dari Shahabat Abu Darda’ radhiyallaahu ‘anhu.]

tuh kan jadi,,

JANGAN CAPEK MELANGKAH buat ta’lim,

sampe-sampe kata Nabi shallallohu’alaihiwasallam di atas

dipermudah jalan menuju syurga dan  malaikat meletakkan sayapnya ke para penuntut ilmu syar’i saking ikut ridho kepada mereka.,

masih ada lagi nih..tunggu yah,baca hadits di bawah ini, karena disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah rodhiyallohu’anhu. ia berkata: Rasul Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah suatu kaum berkumpul di sebuah rumah Allah, membaca kitab Allah dan mempelajarinya, melainkan akan diturunkan kepada mereka ketenangan, diliputi oleh rahmat, dan dikelilingi oleh malaikat, dan mereka akan disebut-sebut Allah dihadapan orang-orang yang ada di sisi-Nya (para malaikat), dan barang siapa amalnya kurang, tidak dapat ditambah oleh nasabnya. (Diriwayatkan oleh Muslim No. 2699).

jadi lagi lagi berkenaan dengan ta’lim, di tempat ta’lim orang yang hadir akan Alloh turunkan ketenangan,diliputi oleh Rohmat, dikelilingi oleh para Malaikat, dan Alloh menyebut orang yang hadir di majelis tsb dihadapan para malaikatnya..

“Jadi gak ada alasan untuk malas menuntut ilmu…”

Owh iyah,,, Dimana nuntut ilmunya?? Sopasti dihadapan para ulama ahlussunnah atau ustadz yang telah terang berpegang teguh di atas Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai pemahaman salafush sholeh…

Jadi siapkan Ilmu buat akhiratmu..

..Alloh yahfadzkum..

Semangat menuntut ilmu syar’i,,
Walhamdulillahirobbil’alamin
Washollallohu’ala nabi, wa’ala alihi wa ashhabihi ajma’in
Abu ‘Abdirrohman

Discussion

No comments yet.

Beri komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

silakan mendownload

TRANSLATE THIS BLOG!

Statistik Blog

  • 70,068 kunjungan

Arsip

%d bloggers like this: